Saturday, 9 March 2013

BAHAYA TELEVISI

BAHAYA TELEVISI
Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Sholawat dan Salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan untusan Nya, amma ba'du:
Pembahasan kita kali ini adalah berkenaan dengan fitnah yang sudah memasuki setiap rumah kecuali yang dirahmati oleh Allah, yaitu fitnah Televisi, pembicaraan mengenai hal ini tersusun dalam pembahasan berikut:
Yang pertama : Penyelisihan terhadap syariat.
Yang kedua : Perkataan ulama tentang hal ini.
Yang ketiga : Syubhat syubhat dan bantahannya.
Yang keempat : Solusi.
Diantara hal yang menyelisihi syariat, adalah apa yang berkenaan dengan permasalahan akidah, dan ini adalah yang paling berbahaya. Digambarkan dengan cara cara yang menjadikan dalam presepsi seseorang bahwa kekafiran dan peradabannya merupakan sesuatu yang dikagumi, sehingga akan membuat seseorang menjadi condong kepadanya. Yang berimplikasi kepada lemahnya sifat baro' (berlepas diri) kepada kaum musyrikin dan kaum kafir, padahal berlaku baro kepada orang kafir adalah diperintahkan dalam ayat yang mulia dan haidts hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, Allah ta'ala berfirman:
"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung." (Qs. Al Mujadalah: 22)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, hadits dari Baro bin 'Azib bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sesungguhnya ikatan iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah" (30/488) No. 18524.
Termasuk diantaranya adalah penampakan syi'ar syi'ar islam dengan gambaran yang buruk, seperti janggut pada laki laki gila, mencela orang orang solih dan para pelaku kebaikan, dan yang semisalnya, yang merupakan bentuk pelecehan kepada syi'ar syi'ar Islam, Allah ta'ala berfirman:
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa." (At Taubah: 65-66)
Termasuk didalamnya adalah film kartun. Seringkali film kartun ditampilkan dengan buruk. Anak anak melihat hal yang menyelisihi akidah islam dan adab yang baik di dalamnya. Dari kekufuran, kesesatan, dan kecintaan yang berlebihan. Seorang wanita sholihah, Yahya dalam bukunya "kepada anaku", setelah dia menyaksikan acara acara untuk anak, dia menyimpulkan, "acara acara tersebut mengandung banyak hal yang menyelisihi syariah, seperti gambar salib, tabarruj, ikhtilat, mendengarkan musik,dan merokok, didalamnya disebutkan perkataan seseorang kepada temannya, "sebagaimana aku ketika membuatmu", seakan akan dia adalah pencipta yang menciptakan manusia, dan juga perkataan lain, "peraturan mereka menguasai segala sesuatu di dunia ini kecuali organisasi matahari"". Ini adalah sebuah kekufuran! Sesungguhnya peraturan yang menguasai semua yang berlaku di dunia ini adalah peraturan Allah ta'ala.
Merupakan kewajiban bagi para ayah untuk mengajarkan anak anaknya bahwa kebanyakan acara acara televisi, khususnya sinetron, film, sampai film kartunpun berasal dari barat (kafir) yang memusuhi Islam dan kaum Muslimin, tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada merusak kaum Muslimin, serta memalingkan kaum Muslimin dari agama, pencipta, dan warisan mereka yang mulia, mereka akan terus melakukan hal itu sampai kaum Muslimin berada dibawah kekuasaan mereka selama lamanya. Dan mereka mengultimatumkan bahwa yahudi adalah kaum yang menguasai semua informasi, sebagai perwakilan di barat, untuk itulah mereka tidak mengajukan kepada kita kecuali hal hal buruk dengan pakaian berkilat yang menipu.
Juga hal hal lainnya yang menyelisihi syariat, yang akan memperburuk akidah, perilaku, dan akhlak anak anak.
Termasuk juga hal yang menyelisihi syariat adalah penggambaran campur baur antara laki laki dan perempuan. Sehingga menjadikan hal tersebut sesuatu yang biasa, ditampilkan melalui jalan hiburan dan kisah cinta yang membara. Hal ini menjurus kepada penyebaran kekejian dan kehinaan, Allah ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui." (An Nur: 19)
Dan seorang Mu'min diperintahkan untuk menundukan pandangan kepada wanita asing, Allah ta'ala berfirman:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (An Nur: 30)
Diriwayatkan oleh Muslim dalam sohihnya, hadits dari Jarir bin Abdullah, dia berkata: "Aku bertanya kepada Rosulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengenai melihat yang tiba tiba tanpa disengaja, maka beliau menyuruhku untuk memalingkan pandanganku"
Lalu bagaimana dengan orang yang sengaja melihat wanita telanjang dengan segala kemolekan tubuhnya di televisi, sebagaimana juga melihatnya seorang perempuan kepada lelaki asing dengan ketampanannya?!, Allah ta'ala berfirman:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya" (An Nur: 31)
Diantaranya juga adalah nyanyian yang disertai dengan alat alat musik, Allah ta'ala berfirman:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (Luqman: 6)
Kebanyakan para ahli tafsir seperti Ibnu Abbas dan Ibnu mas'ud mengatakan bahwa itu adalah nyanyian.
Diriwayatkan oleh Bukhori dalam sohihnya dari hadits Abu Malik Al Asy'ari rodhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutra, khomr, dan alat alat musik"
Perkataan para ulama tentang hal ini: Syaikh Abdullah bin Hamid, Abdul Aziz bin Baz, Ibnu Utsaimin Rohimahumullah ditanya mengenai televisi, apakah hal itu dihalalkan atau diharamkan? mereka mengatakan bahwasanya televisi merupakan suatu alat, yang mana kita tidak bisa langsung mengharamkannya. Karena televisi bisa digunakan untuk kebaikan dan keburukan. Jika televisi digunakan untuk sesuatu yang haram, seperti nyanyian lawakan, menampakan gambar yang menyesatkan dan sandiwara yang menghancurkan, didalamnya ada kedustaan dan pengkhiyanatan, campur baur antara laki dan perempuan, atau sinetron polisi kejahatan, maka televise menjadi haram. Akan tetapi jika digunakan untuk suatu kebaikan seperti membaca Al Qur'an, menyampaikan kebenaran, amar ma'ruf nahi mungkar, maka hal tersebut diperbolehkan. Dan jika kedua hal itu ada bersamaan, atau lebih banyak keburukannya sebagaimana keadaan sekarang, maka televise menjadi haram"
Lajnah Ad Daimah pernah ditanya mengenai televisi, mereka mengatakan: "televisi adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan, tergantung keadaan yang menggunakannya, akan tetapi sebagai suatu bentuk kehati hatian adalah meninggalkannya, karena seringkali televisi digunakan sebagai sarana untuk mendengarkan hal yang diharamkan, dan perantara untuk melihat apa yang berkembang, berupa gambar gambar telanjang, dan pergeraknnya yang menggoda".
Syubhat dan bantahannya:
Terkadang seseorang mengatakan: "apa yang bisa dijadikan sebagai pengganti televisi?"
Ini sebuah kekeliruan yang nyata. Menandakan bahwa seorang muslim selalu saja meminta pengganti atas sesuatu yang dilarang dan diharamkan, padahal wajib bagi seorang muslim untuk mengatakan: "kami mendengar dan kami taat", Allah ta'al berfirman;
"Sesungguhnya jawaban oran-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". (An Nur: 51)
Sebenarnya hal yang bisa menggantikan televisi banyak. Diantaranya: Halaqoh menghafal Al Qur'an, ceramah yang diselenggarakan di masjid masjid atau yayasan yayasan, membeli buku buku yang bermanfaat, kaset yang berfaedah, perlombaan wawasan, dan selain itu yang bisa dijadikan sebagai pengganti yang tidak asing lagi bagi semuanya.
Termasuk hal yang syubhat juga adalah perkataan sebagian dari mereka, "sesungguhnya yang dia saksikan dalam televisi adalah sholat di Masjidil Harom Mekkah, acara acara keagamaan, dan berita. Maka saya katakana, "sesungguhnya hal tersebut ada di radio Al Qur'an, bahkan lebih baik dari televisi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz telah menasihatkan kita untuk mendengarkannya.
Diantara mereka ada yang mengatakan, "ketahuilah bahwasanya televisi dengan keadaannya yang sekarang tidak boleh berada di rumahku, akan tetapi jika kita tidak menaruhnya di rumah untuk anak anak, mereka akan pergi ke tetangga untuk melihatnya, atau di tempat tempat lain. Maka saya katakan:
Yang pertama: sesungguhnya kemungkaran tidak hilang dengan kemungkaran yang semisalnya, akan tetapi selayaknya untuk menjelaskan kepada anak anak bahwa menyaksikan acara acara tersebut adalah haram, disini maupun di tempat tetangga.
Yang kedua: kemungkaran yang ditimbulkan akibat adanya televisi di rumah lebih besar dari kemungkaran yang dihasilkan atas kepergian anak anak ke tetangga untuk melihat televisi , karena jika mereka melihat televisi di rumah tetangga akan terbatas waktunya, berbeda jika ada televisi di rumah, akan memudahkan mereka untuk melihat kemungkaran pada setiap waktu.
Yang terakhir: ingatlah wahai hamba Allah! kematian datang kepadamu secara tiba tiba, sementara televisi ada di rumahmu, maka dengarkanlah sebuah hadits yang menggetarkan hati dan membuat rambut beruban. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari haditrs Ma'qil bin Yasar rodhiyallahu 'anhu bahwasanya nabi Shallalhu 'alaihi wasallam bersabda: "tidak ada seorang hamba yang Allah mengawasinya, mati dan di hari kematiannya dia menipu pengawasan Allah, kecuali diharamkan baginya syurga"
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, solawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad keluarga dan para sahabatnya.


KESALAHAN DALAM BERSUCI
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat dan Salam atas Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya semuanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad hamba dan utusan Nya, wa ba'du:
Bersuci merupakan salah satu syarat diterimanya sholat. Diriwayatkan oleh Muslim dalam sohihnya, Hadits dari Abdullah bin Umat Rodhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alahi wasallam bersabda:
"Tidak diterima sholat tanpa bersuci, dan tidak diterima sodaqoh yang membelenggu"
Diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dalam sohihnya, hadits dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alahi wasallam bersabda:
"tidak diterima sholat bagi yang berhadats sampai dia berwudhu"
Ada beberapa kesalahan yang terjadi pada orang yang sholat, berkenaan dengan masalah bersuci, saya mengingatkan hal ini sebagai bentuk pemenuhan hak Allah dan sebagai kewajiban saya untuk memberi nasihat.
1. Sebagian manusia, atau bahkan banyak dari mereka yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu. Sehingga terjebak kepada kesalahan. Baik dalam bersuci, sholat, puasa, haji, dan ibadah ibadah yang lainnya, bahkan kesalahan tersebut berlanjut kepada masalah tauhid dan keimanan. Yang sangat disayangkan, terkadang hal ini terjadi pada mereka yang menganggap dirinya sebagai cendekiawan, meskipun pengetahuan mereka sebenarnya dangkal, hanya sebatas apa yang mereka ketahui dari Koran, majalah, dan…….. Maka wajib bagi seorang Muslim untuk mempelajari agamanya dari Al Qur'an dan Sunnah Rosul Nya Shallallahu 'alaihi wasallam. Seorang yang berilmu hendaknya bertanya atas hal yang masih belum dimengertinya, Allah ta'ala berfirman:
"maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, keterangan-keterangan (mu'jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan" (An Nahl: 43-44)
Ibnu Majah meriwayatkan dalam sunannya, hadits dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaih wasallam bersabda: "menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim"
Diriwayatkan oleh Bukhori, hadits dari Jabir bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat".
Bahkan hal ini merupakan keberpalingan manusia dari mempelajari agama, ini merupakan sesuatu yang berbahaya, Allah ta'ala berfirman:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan"." (Toha: 124-126)
2. Kesalahan dalam berwudhu, diantaranya adalah tidak menyempurnakan wudhu, maksud dari menyempurnakan yaitu memberikan kepada setiap tempat wudhu haknya, maka bagi setiap orang yang hendak melaksanakan sholat hendaknya memperhatikan ketika berwudhu, barangkali pada tangannya ada jam tangan, cincin atau yang lainnya. Kemudian hendaknya dia membasuh air hingga ke sela sela jarinya. Diriwayatkan oleh Bukhori dalam sohihnya hadits dari Aisyah Rodiyallahu 'anha bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "celaka orang yang tumitnya dari api, sempurnakanlah wudhu"
Tumit adalah bagian kaki yang paling akhir, Muslim dalam sohihnya meriwayatkan hadits dari Jabir Rodiyallahu 'anhu, dia berkata: Umar bin khottob mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang lelaki yang berwudhu, kemudian meninggalkan satu tempat kuku pada kakinya, maka Nabi Shallallahu 'alaih wasallam melihatnya dan bersabda: "kembali dan baguskanlah wudhumu" maka orang tersebut kembali berwudhu kemudian sholat.
Diantaranya juga adalah tidak menyempurnakan bersuci pada tangan hingga kedua siku. Padahal wajib untuk membasuh kedua tangannya seluruhnya, dari ujung jari hingga kedua siku, karena telapak tangan termasuk dalam kategori tangan. Para ulama kontomporer telah memperingatkan akan hal ini.
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata ketika berbicara masalah sifat wudhu: "membasuh kedua tangan dari ujung jari hingga kedua siku sekali, dan hendaknya seorang yang berwudhu memperhatikan telapak tangannya ketika membasuh tangannya, sehingga dibasuh telapak tangan dan tangannya sampai siku, karena banyak manusia yang lalai dari hal ini, tidak membasuh kecuali kedua tangannya, ini merupakan kesalahan.
Termasuk juga, sebagian dari mereka ketika membasuh wajah tidak secara sempurna, sehingga hanya muka saja yang dibasuh, sementara ujung telinga tidak terkena air, yang benar bahwa batasan muka adalah dari pangkal rambut kepala hingga jenggot yang paling bawah dan dagu yang panjang, kemudian berpaling kepada pangkal telinga.
Termasuk juga sebagian dari mereka mencukupkan untuk mengusap pangkal kepala, atau setengah kepala, yang benar adalah mengusap seluruh kepala, Imam Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan, hadits dari Abdullah bin Zaid bin Ashim, dia berkata: "kemudian beliau mengusap kepalanya dengan tangannya dan mengusapnya kedepan kemudian ke belakang, dimulai dari depan kepala hingga ke tengkuk, kemudian kembali ke tempat yang dimulainya, kemudian membasuh kedua kakinya"
Termasuk juga: tidak merenggangkan jari jari kaki dan tangannya, Abu Dawud meriwayatkan hadits dari Masturid bin Syadad Rodiyallahu 'anhu, dia berkata: "Aku melihat Rosulullah jika berwudhu menggosok jari jari kakinya dengan kelingkingnya"
Dan diriwayatkan oleh Tirmidzi, hadits dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu 'anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "jika engkau berwudhu hendaklah menggosok diantara jari jemari tangan dan kakimu"
Diantaranya: berlebih lebihan dalam menggunakan air, Allah berfirman: 'janganlah kalian berlebih lebihan sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang berlebih lebihan" (Al An'am: 141)
Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Hadits Anas bin Malik Rodiyallahu 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersuci (mandi besar) dengan satu sha' sampai 5 mud, dan dia berwudhu dengan satu mud"
Nabi shallallahu 'alahi wasallam melarang seorang mu'min dari berwudhu melebihi 3 kali, An Nasa'I meriwayatkan hadits dari Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata: seorang arab badui mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya tentang wudhu, kemudian memperlihatkannya tiga tiga, kemudian beliau bersabda; "seperti inilah wudhu (yang benar), siapa yang menambahnya maka dia telah berbuat buruk, berlebihan, dan berbuat dholim"
Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Sholawat dan Salam atas nabi kita Muhammad, atas keluarga, dan para sahabatnya semuanya.




 

BACA JUGA

HERBAL ONLINE

PENERBIT QURAN

JARINGAN IKLAN GRATIS

cara facebook,cara membuat kue,cara membuat blogger,cara membuat cake,cara photoshop,cara twitter,cara belajar,cara membuat facebook,cara membuat website,cara buat blog,cara download idm,cara membuat email,cara membuat e-mail,cara mempercepat koneksi,cara membuat mail,cara buat facebook,cara koneksi internet,cara mempercepat internet,cara buat email,cara buat e-mail,cara edit foto,cara membuat twitter,cara memasak,cara mengedit foto,cara buat blogger,cara membuat puding,cara hamil,cara buat twitter,cara edit photo,cara membuat mie,cara membuat coklat,cara mengedit photo,cara membuat bakso,cara membuat donat,cara menggambar,cara cara seks,cara seks,cara membuat animasi,cara bisnis,cara membuat video,cara bikin blog,cara edit photoshop,cara membuat aplikasi,cara membuat blogspot,cara membuat game,cara mengirim email,cara download game,cara membuat logo,cara internet gratis,cara buat web gratis

No comments:

Post a Comment

Post a Comment